Berapa Anggaran Proyek BTS? Ternyata Bisa Mencapai Miliaran!
Berapa Anggaran Proyek BTS? Ternyata Bisa Mencapai Miliaran!
“Kelihatannya Sederhana, Tapi Biayanya Bikin Melongo”
Ketika pertama kali terlibat dalam proyek pembangunan BTS di daerah terpencil, saya terkejut melihat breakdown anggarannya. Bagaimana tidak? Satu site BTS bisa menelan biaya hingga miliaran—padahal fisiknya hanya menara besi dan shelter perangkat. Faktanya, di balik itu ada kompleksitas RAN (Radio Access Network), backhaul, dan tantangan last mile connectivity yang membutuhkan dana besar.
Lalu, berapa sebenarnya anggaran proyek BTS? Jawabannya: Tergantung teknologi dan medan!
Rata-Rata Anggaran per Site BTS
1. BTS Standar (2G/4G di Daerah Rural)
-
Rp700 juta – Rp1,5 miliar
-
Untuk lokasi dengan frekuensi 1800MHz, akses listrik stabil, dan tower sharing (berbagi menara antar operator).
-
2. BTS Kompleks (Area Terpencil/Medan Berat)
-
Rp1,5 miliar – Rp3 miliar
-
Medan ekstrem seperti perbukitan Papua yang butuh:
-
Tower monopole 72 meter tahan gempa
-
Hybrid power system (solar panel + genset)
-
Microwave backhaul (karena fiber optic belum tersedia)
-
-
Contoh nyata: Proyek BTS di Kalimantan dengan MIMO antenna menghabiskan Rp2,8 miliar.
-
3. BTS 5G (Perkotaan)
-
>Rp4 miliar
-
Butuh beamforming technology, network slicing, dan edge computing.
-
Biaya tambahan untuk izin frekuensi 2300MHz/2600MHz.
-
4. Upgrade Site (Eksisting)
-
Rp100–500 juta
-
Misal: Tambah small cell untuk kepadatan penduduk atau ganti ke Open RAN.
-
Rincian Komponen Biaya
A. Biaya Awal (CAPEX)
-
Sewa Lahan: Rp50–200 juta/tahun (kontrak 10–15 tahun).
-
Struktur Tower:
-
Self-supporting (Rp1,2 miliar) vs guyed tower (Rp800 juta).
-
Catatan: Tower sharing bisa kurangi biaya 30%.
-
-
Perangkat Inti:
-
BBU (Baseband Unit) + Radio Unit: Rp500 juta
-
Antena MIMO untuk 4G/5G: Rp300 juta
-
-
Sistem Daya:
-
Green BTS dengan solar panel: Rp400 juta
-
UPS cadangan: Rp150 juta
-
B. Biaya Tersembunyi
-
Regulasi: Izin Kemenkominfo dan uji radiasi BTS (Rp50–100 juta).
-
Logistik: Angkut alat berat ke lokasi 3T (Rp300 juta).
-
Keamanan: Proteksi dari pencurian perangkat BTS (Rp25 juta/tahun).
Siapa yang Membiayai?
-
Operator Seluler (Telkomsel/XL/Indosat):
-
Fokus pada ROI melalui QoS (Quality of Service).
-
-
Pemerintah:
-
Program USO dan Palapa Ring untuk daerah blank spot.
-
Contoh: Proyek SATRIA-1 untuk BTS satelit.
-
-
Tower Provider:
-
Mitratel atau Protelindo yang tawarkan colocation service.
-
Tantangan yang Sering Diabaikan
-
Konflik Lahan: Warga protes soal radiasi BTS (butuh sosialisasi).
-
Bencana Alam: BTS di ring of fire butuh desain tahan gempa.
-
Teknologi Usang: Migrasi dari 2G ke 4G/5G butuh anggaran ekstra.
Kesimpulan
-
Anggaran BTS bukan cuma soal menara, tapi juga frekuensi, backhaul, dan OPEX maintenance.
-
Teknologi baru seperti 5G dan O-RAN bisa tekan biaya jangka panjang.
-
Dampaknya luar biasa: 1 BTS bisa hilangkan blank spot untuk 1.000+ orang.
“Di balik sinyal kuat yang Anda nikmati, ada investasi miliaran dan kerja keras tim lapangan.”
FAQ Berapa Anggaran Proyek BTS?
1. Apa itu BTS dan fungsinya?
-
Jawaban:
BTS (Base Transceiver Station) adalah menara pemancar sinyal seluler yang menghubungkan ponsel Anda ke jaringan operator. Fungsinya seperti “pos pemancar” yang menerima dan mengirim suara/data ke perangkat lain.
2. Kenapa biaya BTS bisa mencapai miliaran?
-
Jawaban:
Selain tower, anggaran mencakup:-
Perangkat teknis (antena, radio, server).
-
Sistem daya (solar panel/genset jika tidak ada listrik).
-
Biaya sewa lahan dan izin pemerintah.
-
Transportasi ke lokasi terpencil.
-
3. Apa beda BTS 4G dan 5G dari segi biaya?
-
Jawaban:
-
BTS 5G lebih mahal (Rp4 miliar+) karena butuh perangkat berteknologi tinggi seperti beamforming dan network slicing.
-
BTS 4G (Rp700 juta–1,5 miliar) lebih murah karena teknologinya sudah standar.
-
4. Berapa lama waktu pembangunan 1 BTS?
-
Jawaban:
-
Daerah mudah: 2–3 bulan (jika lahan dan izin sudah siap).
-
Daerah terpencil: 6–12 bulan (karena medan berat dan logistik rumit).
-
5. Bagaimana BTS bisa mengcover daerah blank spot?
-
Jawaban:
-
Pemerintah dan operator memetakan daerah tanpa sinyal lewat drive test.
-
BTS dibangun dengan jarak tertentu (biasanya 5–10 km) agar sinyal saling tumpang-tindih.
-
Teknologi seperti microwave backhaul dipakai jika tidak ada kabel fiber.
-
Konsultasi Gratis Pemasangan & Pemeliharaan Tower BTS
Bagi Anda yang tertarik untuk menggunakan jasa pasang tower bts dari Tower Provider atau mendapatkan layanan pemeliharaan, maka jangan ragu untuk menghubungi kontak layanan kami melalui:
Email : [email protected]
WA/Telp. : 0813-8753-4433
Melalui kontak layanan tersebut, Anda dapat melakukan konsultasi secara GRATIS dengan tim teknisi kami. Sehingga, pemasangan tower bts dapat sesuai dengan permintaan dan spesifikasi yang Anda inginkan.
Selain itu, kami juga memberikan layanan GARANSI selama 1 tahun dan berlaku setelah tower terpasang, kecuali saat kondisi force majeure. Kami juga menjamin pengerjaan pemasangan tower bts akan berlangsung dengan akurat dan tepat waktu sesuai kesepakatan.
